Selamat Datang di GEOSFER

Lapisan Pemikiran Anak Geologi.

INDONESIA !!!

Negeri indah pemberian Allah SWT. Negeri di mana aku dilahirkan. Negeri di mana aku hidup. Negeri yang sangat aku cintai. Walau negeri ini sedang menangis saat ini, kami, para pemuda Indonesia, sedikit demi sedikin akan mengembalikan senyuman negeri kami ini. HIDUPLAH INDONESIA RAYA

Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta

Disinilah tempat aku menyusun puzzel ilmu Geologi yang akan ku gunakan kelak. Tempat aku mempertaruhkan masa depanku. visit : STTNAS.ac.id

Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi "BUMI"

Kami adalah bagian dari HMTG BUMI, Jabiger angkatan 2011, ELEVEN GEOLOGICAS panggilan kami. Jaket Biru seragamku, Hutan Rimba, Lapanganku, ini kompas ini palu, jangan gentar jangan ragu, di atas Bumi, Kita Satu!

INDONESIAN GEOLOGIST

Cita-cita, harapan, masa depan. Walaupun saat ini cuma seorang 'calon' geologist, di masa depan, aku akan jadi geologist yang akan membawa Indonesia kembali kepada kejayaannya.

Sabtu, 10 Desember 2011

Identifikasi Mineral

Dalam geologi, mineral adalah senyawa yang terbentuk oleh proses alam melalui proses geologis, biasanya bersifat padat, mempunyai komposisi kimiawi tertentu serta mempunyai sifat fisik tertentu pula. Pada umumnya mineral bersifat padat, akan tetapi dapat juga berwujud cair atau gas. Karena memiliki sifat fisik dan kimia tertentu sehingga dengan mengetahui sifat-sifat tersebut dapat menentukan nama mineral.


Istilah mineral termasuk tidak hanya bahan komposisi kimia, tetapi juga struktur mineral. Mineral termasuk dalam komposisi unsur mur
ni dan garam sederhana sampai silikat yang sangat kompleks dengan ribuan bentuk yang diketahui. Mineral tersusun dari unsur-unsur kimia, dimana unsur-unsur tersebut banyak dijumpai sebagai penyusun kerak bumi, lebih dari 70% adalah silikon oksigen. Mineral silikat adalah mineral utama pembentuk batuan, mineral lainnya yang penting adalah sulfida, karbonat, sulfat, dan fosfat. Komposisi kimia terbentuk akibat bersatunya satu atau lebih anion dan kation dalam perbandingan tertentu. Pada satu komposisi, jumlah muatan positif dan negatif harus nol atau netral. Komposisi beberapa mineral dapat bervariasi, tetapi ada batas tertentu. Hal ini dapat terjadi akibat adanya pertukaran subtitusi ion dalam struktur mineral, sehingga mengakibatkan perubahan susunan kimia dalam batas tertentu.


Agar dapat diklasifikasikan sebagai mineral sejati, senyawa tersebut haruslah berupa padatan dan memiliki struktur kristal. Namun bahan padat yang tidak memiliki struktur dalam (amorf) tidak dapat dikatakan sebagai mineral, meskipun beberapa kriterianya terpenuhi. Material alamiah yang tidak memenuhi sebagian atau seluruh kriteria mineral dikelompokkan dalam kelompok mineraloid. Menurut The International Mineralogical Association (1955), mineral suatu unsur atau senyawa yang dalam keadaan normalnya memiliki unsur kristal dan terbentuk dari hasil proses geologi. Ada juga yang menyebutkan definisi mineral adalah suatu zat yang terdapat dalam alam dengan komposisi kimia yang khas dan biasanya memiliki struktur kristal yang jelas, yang terkadang dapat berubah dalam bentuk geometris tertentu. Istilah mineral sendiri dapat mempunyai bermacam-macam makna, sukar untuk mendefinisikan mineral, oleh karena itu kebanyakan mengatakan bahwa mineral adalah satu frase yang terdapat dalam alam.


Untuk membedakan mineral yang satu dengan yang lainnya, dapat menggunakan berbagai sifat-sifatnya yang berbeda, seperti bentuknya, cara terjadinya, belahan, dan pecahannya, warna, kilap dan sifat tembus cahaya, kekerasan, berat jenis, kemagnetan, susunan kimia, dan beberapa sifat lainnya. Berikut ini adalah penjelasan sifat-sifat fisik suatu mineral, antara lain :
1. Warna (colour)
warna pada mineral adalah warna yang kita tangkap dengan mata apabila mineral terkena cahaya atau spektrum cahaya yang dipantulkan oleh mineral. Warna mineral dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
a. Warna Idiokhromatik
apabila warna mineral selalu tetap, pada umumnya dijumpai pada mineral-mineral yang tidak dapat tembus cahaya atau berkilap logam.
b. Warna Allokhromatik
apabila warna mineral tidak tetap, tergantung pada material pengotornya, umumnya dijumpai pada mineral yang tidak tembus cahaya atau berkilap non-logam.

2. Kilap (luster)

adalah kesan mineral yang ditunjukkan oleh pantulan cahaya yang dikenakan padanya, atau intensitas cahaya yang dipantulkan oleh permukaan kristal. Kilap mineral dapat dibedakan menjadi:
a. Kilap logam, apabila terkena cahaya, mineral akan memberikan kesan seperti logam, contohnya seperti galena dan pirit.
b. Kilap non-logam, apabila terkena cahaya, mineral tidak memberikan kesan seperti logam. Kilap non-logam ini dibedakan menjadi:
  • Kilap kaca
  • kilap intan
  • kilap sutera
  • kilap damar
  • kilap mutiara
  • kilap lemak
  • kilap tanah
3. Kekerasan
adalah ketahan
an mineral terhadap suatu goresan. Secara relatif kekerasan mineral dapat ditentukan dengan menggunakan Skala Mohs yang dimulai dari skala 1 untuk mineral terlunak sampai skala 10 untuk mineral terkeras:
1 Talk 6 Feldspar
2 Gipsum 7 Kuarsa
3 Kalsit 8 Topaz
4 Fluorit 9 Korundum
5 Apatit 10 Intan
Dalam menggunakan skala Mohs harus dimulai dari mineral yang terkeras dan digoreskan pada bagian yang rata pada mineral yang akan diselidiki. Sebagai pembanding juga dapat digunakan benda lain, seperti:
  • Kuku jari 2,5
  • Jarum 3,0
  • Koin tembaga 3,5
  • Paku besi 4,5
  • Pisau baja 5,5
  • Kaca 5,5-6,0
  • Kikir Baja 6,0-7,0
  • Amplas (kasar) 8,0-9,0
4. Cerat (streak)
adalah warna mineral dalam bentuk serbuk atau goresan. Cerat dapat sama atau berbeda dengan warna
mineral. Cerat diperoleh dengan menggoreskan mineral pada bagian belakang dari porselen.

5. Belahan (cleavage)
adalah kenampakkan mineral untuk membelah melalui bidang belahan yang rata, halus, dan
licin serta pada umumnya selalu berpasangan. Belahan dapat dibedakan menjadi:
a. Belahan sempurna : mudah dibelah (ex. muskovit, biotit)
b. Belahan baik : tidak mudah dibelah (ex. kalsit, orthoklas)
c. Belahan tak jelas: kenampakan striasi pada bidang belahannya (ex. plagioklas)
d. Belahan tak tentu: tidak ada bidang belahan (ex. kalsedon)
Apabila ditinjau dari arah belahannya, maka belahan dibedakan menjadi:
a. Belahan 1 arah (ex. muskovit)
b. Belahan 2 arah (ex. feldspar)
c. Belahan 3 arah (ex. halit, kalsit)

6. Pecahan (fracture)
adalah kenampakkan mineral untuk pecah melalui bidang yang tidak rata, tidak halus, tidak
licin, dan tidak teratur. Pecahan pada mineral dibedakan menjadi:
a. Konkoidal : memperlihatkan gelombang yang melengkung dipermukaan, seperti kenampakkan
bagian luar kulit kerang atau botol yang pecah.(ex. mineral kuarsa)
b. Fibrous : menunjukan gejala seperti serat atau daging. (ex. serpentin, asbes, augit)
c. Uneven : menunjukan kenampakan permukaan yang tidak teratur dan kasar. (ex.garnet)
d. Even : menunjukan kenampakan permukaan yang cukup halus (ex. mineral lempung)
e. Hackly : permukaannya tidak teratur, kasar, dan ujungnya runcing (ex. copper, gold)

7. Bentuk
bentuk mineral ada 2 macam, yaitu:
a. Kristalin : apabila mineral mempunyai bidang kristal yang ideal dan biasanya terdapat pada
mineral yang mempunyai bidang belahan.
- Bangun kubus (ex. galena, pirit)
- Bangun prismatik (ex. amfibol, piroksen)
-Bangun Dodecahedron (ex. garnet)
b. Amorf : apabila mineral tidak mempunyai batas-batas kristal yang jelas. (ex. dolomit)

8. Berat Jenis (specific grafity)
adalah perbandingan antara berat mineral di udara terhadap volumenya di dalam air, yaitu
berat volume air sama dengan volume mineral tersebut.
9. Sifat Dalam (tenacity)
adalah reaksi mineral terhadap gaya yang mengenainya, seperti penekanan, pemotongan, pembengkokan,
pematahan, pemukulan, ataupun penghancuran. Tenacity dibagi menjadi:
a. Rapuh (brittle) : bila digores menjadi tepung tapi bubuknya tidak meloncat kesegala arah
dan mudah hancur (ex. kuarsa, kalsit)
b. Dapat diiris (sectile) : dapat diiris dengan pisau dan memberikan kenampakan yang halus
dan rata pada bekas irisannya. (ex. gypsum)
c. Dapat dipintal (ductile) : mineral dapat dipintal seperti kapas. (ex. asbes)
d. Dapat ditempa (milleable) : bila mineral dipukul dapat menjadi lebih tipis dan melebar.(ex. emas, tembaga)
e. Lentur (elastic) : bila dibengkokan dapat kembali seperti semula kalau dilepaskan lagi. (ex. mika)
f. Fleksible : bila dibengkokan tidak dapat kembali seperti semula kalau dilepaskan lagi. (ex. copper)

10. Kemagnetan
adalah sifat mineral terhadap gaya tarik magnet. Kemagnetan dapat dibedakan menjadi:
a. Feromagnetik : tertarik kuat oleh magnet (ex. magnetit, pirotit)
b . Paramagnetik : tertarik agak kuat oleh magnet (ex. pirit)
c. Diamagnetik : tidak tertarik oleh magnet (ex. kuarsa, gypsum)
11. Sifat-sifat Lain
adalah sifat-sifat yang khas yang dimiliki oleh mineral diluar sifat-sifat fisik yang telah diuraikan
diatas,
contohnya:
a. belerang mempunyai bau yang menyengat seperti korek api
b. Halit memiliki rasa yang asin seperti garam
c. Grafit apabila digoreskan pada kertas, maka akan membekas

GYPSUM


SIFAT-SIFAT FISIK MINERAL

Warna              :  Bening sampai Putih.
Kilap               :  Non Logam (Kilap Kaca, Kilap Sutra, Kilap Tanah)
Kekerasan       :  2 Skala Mohs
Cerat               :  Putih
Belahan           : 1 arah
Pecahan           :  Runcing, Konkoidal
Berat Jenis       :  2,308 g/cm3
Sifat Dalam     :  Flexible
Sistem Kristal  :  Monoklin
Formula           :  CaSO4 . 2H2O

DOLOMITE


SIFAT-SIFAT FISIK MINERAL

Warna              :  Bening, Putih, Putih Kemerahan, Abu-abu
Kilap               :  Non Logam (Kilap Kaca, Kilap Mutiara)
Kekerasan       :  3,5 – 4 Skala Mohs
Cerat               :  White
Belahan           :
Pecahan           :  Sub-Konkoidal
Berat Jenis       :  2,86 g/cm3
Sifat Dalam     :  Brittlt
Sistem Kristal  :  Rhombohedral
Formula           :  CaMg(CO3)2

CALCITE


SIFAT-SIFAT FISIK MINERAL

Warna              :  Orange, Putih, Kuning, biru, Hijau, Coklat.
Kilap               :  Non Logam (Kilap Kaca, Kilap Mutiara)
Kekerasan       :  3 Skala Mohs
Cerat               :  Putih
Belahan           : Sempurna
Pecahan           :  Tidak Rata
Berat Jenis       :  2,711 g/cm3
Sifat Dalam     :  Rapuh
Sistem Kristal  :  Rhombihedral
Formula           :  CaCO3

Dunia Yang Berbatu

Sebagian besar Bumi tersusun dari batuan. Bumi memiliki lapisan kerak yang tipis. Pada bagian di bawah kerak, terdapat lapisan lain yaitu lapisan batuan yang tebal dan panas yang disebut dengan lapisan Mantel Bumi. Di bagian inti Bumi terdapat lapisan inti logam.

Struktur Dalam Bumi 
Bumi memiliki 5 lapisan, Dari yang paling luar hingga yang paling dalam yaitu lapisan kerak Bumi, Lapisan mantel luar, lapisan mantel dalam, lapisan inti luar dan lapisan inti dalam.

Kerak Bumi 
Kerak bumi bersuhu 0 derajat Celcius, dengan ketebalan 0-40 Km. Kerak bumi terdiri dari kerak Benua dan kerak Samudra, perbedaan keduanya bukan masalah letak geografinya, tapi yang membedakan adalah komposisi penyusunnya. Kerak Benua bersifat tebal, kaku (rigid) dan ringan  yang menyebebkan dia sulit bergerak. Sedangkan kerak samudra bersifat tipis, mobile, dan berat sehingga mudah bergerak.

Lapisan Mantel Luar dan Dalam

Kedua lapisan ini jika di gabungkan, memiliki ketebalan 3000 Km, itu adalah lapisan yang paling tebal dari Bumi. Panas dan lapisan mantel bumi bagian atas membuat batu-batu bergerak perlahan seperti cairan gula kental. Suhu mantel Bumi sekitar 1000-2000 derajat celcius.

Lapisan Inti Luar dan Dalam
Inti bumi memiliki suhu yang paling panas, yaitu 3700-4300 derajat celcius, ketebalannya sekitar 2500 Km, Inti bumi bagian luar lebih cair dari pada inti dalam, inti dalam tetap padat walaupun suhunya tinggi karena memiliki tekanan yang sangat tinggi.




Apakah Batu Itu ??

Batu ada dimana-mana. Mulai dari tanah dibawah telapak kakimu hingga ke gunung-gunung, tebing-tebing, serta batu-batu kerikil di pinggir laut, bahkan tanah pun terbuat dari batu.

Petunjuk masa lampau
Batu adalah zat padat di bagian luar bumi. batu telah terbentuk sejak awal sejarah Bumi dan masih terbentuk hingga sekarang. Batu menyimpan banyak petunjuk tentak bemtik Bumi di masa lampau, serta bagaimana kekuatan alam seperti angin dan air dalam mengubah bentuk daratan Bumi selama jutaan tahun. Ilmu yang mempelajari batuan adalah geologi. Orang yang mempelajari batian di sebut Geolog (Ahli Geologi).

Jenis- Jenis Batuan
Batuan dapat terbentuk dengan tiga cara. Batuan beku terbentuk dari magma panas yang berwarna merah yang membeku. Batuan endapan umumnya terbentuk dari pecahan batu lain yang mengendap dan membatu. Batuan malihan atau yang sering disebut batuan Metamorf terbentuk dari batuan lain yang terubah oleh panas dan tekanan.

Mineral
Batuan terbentuk dari campuran alami yang disebut mineral yang biasa membentuk kristal ada sekitar 4000 mineral yang ada di bumi,  ada yang banyak di temukan, ada juga yang sangat langka dan jarang di temui.

Siklus Batuan
Mineral penyusun Batuan mengalami penghancuran dan penyusunan kembali dalam suatu siklus yang terjati dalam kurun waktu ratusan juta tahun. Batuan-batuan tersebut terbentuk terus menerus dan akhirnya akan meleleh di dalam bumi dan akan mulai siklus batuan yang baru.

Jumat, 09 Desember 2011

Pengenalan Kristalografi dan Mineralogi

       Mineral adalah senyawa alami yang terbentuk melalui proses geologis. Istilah mineral adalah suatu zat yang terdapat dalam alam dengan komposisi kimia yang khas dan biasanya mempunyai struktur kristal yang jelas, yang kadang-kadang dapat menjelma dalam bentuk geometris tertentu. Istilah mineral dapat mempunyai bermacam-macam makna; sukar untuk mendefinisikan mineral dan oleh karena itu kebanyakan orang mengatakan, bahwa mineral ialah satu frase yang terdapat dalam alam. Sebagaimana kita ketahui ada mineral yang berbentuk :
a. Lempeng
b. Tiang
c. Limas
d. Kubus
       Mineral juga dapat diartikan sebagai bahan padat anorganik yang terdapat secara alamiah, yang terdiri dari unsur-unsur kimiawi dalam perbandingan tertentu, dimana atom-atom di dalamnya tersusun mengikuti suatu pola yang sistematis. Mineral dapat berwujud sebagai batuan, tanah, atau pasir yang diendapkan pada dasar sungai. Mineral, kecuali beberapa jenis, memiliki sifat, bentuk tertentu dalam keadaan padatnya, sebagai
perwujudan dari susunan yang teratur didalamnya. Apabila kondisinya memungkinkan, mereka akan dibatasi oleh bidang-bidang rata, dan diasumsikan sebagai bentuk-bentuk yang teratur yang dikenal sebagai “kristal”. Dengan demikian, kristal secara umum dapat didefinisikan sebagai bahan padat yang homogen yang memiliki pola internal susunan tiga dimensi yang teratur. Studi yang khusus mempelajari sifatsifat, bentuk susunan dan cara-cara terjadinya bahan padat tersebut dinamakan kristalografi. Pengetahuan tentang “mineral” merupakan syarat mutlak untuk dapat mempelajari bagian yang padat dari Bumi ini, yang terdiri dari batuan.
        Untuk mempelajari struktur batuan sebaiknya harus mengenal lebih dahulu kristal dan mineral pembentuk batuan tersebut. Kristal adalah sebuah benda yang homogen, berbentuk sangat geometris dan atom-atomnya tersusun dalam sebuah kisi-kisi kristal,karena bangunan kisi-kisi kristal tersebut berbeda-beda maka sifatnya juga berlainan. Kristal dapat terbentuk dalam alam (mineral) atau di laboratorium. Kristal artinya mempunyai bentuk yang agak setangkup (symetris) dan yang pada banyak sisinya terbatas oleh bidang datar, sehingga memberi bangin yang tersendiri sifatnya kepada mineral yang bersangkutan. Benda padat yang terdiri dari atom-atom yang tersusun rapi dikatakan mempunyai struktur kristalen. Dalam suasana yang baik benda kristalen dapat mempunyai batas bidang rata-rata & benda itu dinamakan kristal (HABLUR) & bidang rata itu disebut muka krsital. Oleh kerena beberapa hal penting di atas maka praktikum kristalografi dan mineralogi dilakukan unutuk mengenal lebih jauh atau memperdalam ilmu pengetahuan mengenai kristal, sistem kristal, penentuan kelas simetri, bidang simetri, dan mengenal sistem kristal dan perawakan kristal pada mineral. Praktikum kristalografi dan mineralogi juga di lakukan sebagai salah satu prasarat dalam mata kuliah kristalografi dan mineralogi.

Pengenalan Geologi Fisik

      Geologi Fisik adalah bagian dari ilmu geologi yang mempelajari materi dan proses pembentukannya yang terjadi baik itu dipermukaan maupun di dalam bumi.  
     Geologi merupakan bagian dari berbagai aspek lingkungan hidup manusia. Berbagai proses dan aspek pembentukan masyarakat memerlukan pengetahuan dasar geologi. Contohnya: Sumber daya alam dan energi, pembangungan, lingkungan maupun bencana alam.

Sejarah Ilmu Geologi

     Catastrophism : sepanjang abad ke 17 dan 18 doktrin katastrofisme sangat populer. Para penganutnya percaya bahwa bentuk permukaan bumi dan segala kehidupan diatasnya terbentuk dandan musnah dalam sesaat akibat suatu bencana (catastroph) besar.
      James Hutton, bapak geologi modern, seorang ahli fisika Skotlandia, pada tahun 1795 menerbitkan bukunya : Theory of the Earth. Dimana ia mencetuskan doktrinnya Uniformitarianism. Uniformitarianisme merupakan konsep dasar geologig modern. Doktrin ini menyatakan bahwa hukum-hukum fisika, kimia dan biologi yang berlangsung saat ini berlangsung juga pada masa lampau. Sejak itulah orang menyadari bahwa bumi selalu berubah. Dengan demikian jelaslah bahwa geologi sangat erat hubungannya dengan ruang dan waktu.



ANHYDRITE

SIFAT-SIFAT FISIK MINERAL

Warna               :  Biru Keabu-abuan, Biru, Bening,Violet
Kilap                 :  Non Logam (Kilap Kaca, Kilap Lemak, Kilap Mutiara)
Kekerasan        :  3 – 3,5 Skala Mohs
Cerat                :  Putih, Putih Keabu-abuan
Belahan            :  Sempurna
Pecahan           :  Tidak Rata, Runcing
Berat Jenis       :  2,95 g/cm3
Sifat Dalam      :  Rapuh
Sistem Kristal  :  Orthorombic
Formula           :  CaSO4